Sabtu, 28 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
membangun madura bersama ulama'
"ON DE JET PLEN"
Alkisah seorang juragan garam terkaya di Madura ingin melihat ibukota Jakarta dimana Presiden "yang seorang Kyai" tinggal.
Ia memutuskan untuk pergi ke Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang.
Setelah ticket berada ditangan dia langsung menuju ke pesawat dan langsung duduk di business class. Tidak lama berselang, seorang business man naik pesawat dan mendapati kursinya telah diduduki oleh penumpang lain, maka terjadilah peristiwa seperti berikut:
Business man : Ma'af pak ini tempat duduk saya.
Madura : Sampeyan siapa?
Business man : Saya penumpang.
Madura : Lho sesama penumpang kok ser-ngoser. Itu kan masih banyak kursi yang lain. Sampeyan dodok saja disana.
Karena tidak ingin terjadi keributan maka si business man menemui pramugari dan mengadukan hal tersebut. Dan setelah mengecek ticket milik business man, si pramugari menghampiri si Madura.
Pramugari : Ma'af pak, bapak tidak boleh duduk di sini. Tempat bapak di bagian lain.
Madura : Sampeyan siapa?
Pramugari : Saya Pramugari.
Madura : Apa itu pramugari saya ndak tahu, apa kerjaan sampeyan...?!
Pramugari : Saya bertugas melayani bapak.
Madura : Lho sampeyan tugasnya melayani saya kok ser-ngoser. Saya ndak mau.(hardik si Madura)
Karena kehabisan akal si pramugari menjumpai Kapten dan mohon bantuan atas perihal tersebut. Kapten pun mendatangi si Madura.
Kapten : Ma'af pak, tempat duduk ini milik bapak yang itu, jadi bapak harus duduk di tempat yang lain.
Madura : Sampeyan siapa? (tanya si madura dengan kesal)
Kapten : Saya pilot.
Madura : Apa itu pilot, apa kerjaan sampeyan?
Kapten : Saya yang nyopir pesawat ini.
Madura : Saya naik bis ndak pernah di ser-oser sama sopir. Pokoknya saya mau duduk disini.
Akhirnya semua kehabisan akal dengan ulah si madura. Tapi untunglah penumpang terakhir yang baru naik adalah bok Bariyah. Langsung saja pramugari menceritakan hal tersebut dan minta pertolongan kepada bok Bariyah.
Pramugari : ehh, bok Bariyah, selamat siang. bok tolong saya ya, ada penumpang yang bikin repot nih.
Mbok Bariyah : Penumpang yang mana?
Pramugari : Itu, bapak yang dari madura itu, harusnya duduk di kelas ekonomi tapi dia terlanjur duduk di tempatnya bapak ini.
Mbok Bariyah : ooh, gampang itu, serahkan saja ambek saya, pokoknya ditanggung beres.
Serta-merta mbok Bariyah menghampiri Bapak Madura.
Mbok Bariyah : He..He.. pak sampiyan mau kemana.
Madura : Oh, saya mau ke Jakarta.
Mbok Bariyah : Lho...sampiyan salah pak, tempat duduk ini untuk tujuan Medan, kalau ke Jakarta tempatnya disana, disebelah belakang. Itu tempat sampeyan masih kosong.
Madura : Oh...iya.., ini untuk yang mau ke Medan ya....tarema.....tarema kasih... ya bik.....\
Gara - gara lihat iklan TV ramuan MADURA, seorang ibu merengek-rengek minta dibelikan ramuan MADURA (konon ramuan tersebut membuat makin rapet). Ibu tersebut mempunyai suatu alasan kenapa kok pakai ramuan tersebut, karena agar sang suami makin nempel dan lengket macem perangko.
Sang suami mendengarkan rengekan istrinya dan saking sayangnya ama sang Istri, pada suatu hari sehabis gajian ia langsung memborong ramuan MADURA, bukan sebungkus melainkan ratusan bungkus.
Agar seluruh keluarga bisa minum ramuan tiap hari, maka jamu tersebut dimasukkan ke dalam sumur di belakang rumah. Lebih praktis, tidak perlu repot - repot membuat jamu dalam gelas. Demikian pikir sang suami.
Keesokan harinya, betapa terkejutnya… seluruh keluarga heboh karena tali timba sumurnya “DIJEPIT” bibir sumur yang menyempit.
Betapa dasyatnya “RAMUAN MADURA”.
Adalah sebuah cerita tentang seorang madura yang kaya raya pergi ke suatu tempat dan menginap di sebuah hotel yang mewah. Sebelum tidur malam ia memanggil pelayan hotel untuk pesan sarapan agar besok pagi dia tidak perlu repot.
Orang Madura (OM): Pelayan saya mau pesan sarapan untuk besok pagi ya, tolong dicatat, saya minta diantar di kamar saya jam 6 pagi, jangan telat ya sebab saya ada rapat.
Pelayan (P): Mau pesan apa Tuan?
OM: Saya mau pesan bret jembret.
P: Apa Tuan???
OM: Bret jembret!!!
P: Maaf Tuan apa itu bret jembret???
OM: Sampeyan ini gimana sih, jadi pelayan hotel terkenal kok bego. Anda bisa bahasa inggris nggak ?? Bahasa inggrisnya roti apa??
P: Bread Tuan.
OM: Nah sekarang bahasa inggrisnya selai apa???
P: Jam Tuan.
OM: Lah itu kalau roti dikasih selai terus atasnya dikasih roti lagi apa nggak bread jam bread tak iyah… doh sampeyan ini gimana sih!!!
P: Ooooooooooh itu Tuan. Lalu minumnya apa Tuan??
OM: Susu soda!!!
P: Pakai es Tuan???
OM: Lho lha iya pakai es dong, kalo nggak pake es kan jadi “u u oda” tak iya, dok re mak sampeyan ini!!!
P: ???!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar